Oleh : Ferdy Paido*
Ya …
waktu itu hujan
angin bertiup membelah awan
dengan butiran sayatan tajam berguguran/
Aku …
sepenggal kenangan silam
berteduh dilorong ruangan logam
dengan rupa lusuh sesak dan kelam
bersandar di pilahan lantai lantai dalam.
Tersadar…
dikala mereka bercengkramah
terlihat yang terindah melangkah
seseorang yang berhasil merubah
kematanganku bertambah.
Ya Tuhan…
aku mengguminya
takluk akan senyumannya
aku merasa bahagia menatapny.
Ataukah aku …
aku tak mau seperti pohon tua
tegap berdiri dan mati disenja
tapi ingin berupaya
aku ingin memilikinya, dikala hujan tiba.

*Reporter EC 2012-2013
You may also like
Dua Puluh Tahun JAFF: dari Akar Independen ke Denyut Sinema Asia
EconoChannel Sukses Gelar Lomba Debat GREAT 12th: Wadah Asah Nalar Kritis Mahasiswa
Gemini Pro Gratis: Penyelamat Mahasiswa di Tengah Deadline
Kehadiran QRIS Memudahkan Transaksi Lintas Negara
Menyelami Jiwa Indonesia melalui Film, Musik, dan Sastra