Tahun 2025 menjadi sejarah bagi Indonesia. Indonesia telah menempuh perjalanan selama 80 tahun sejak Proklamasi Kemerdekaan dikumandangkan, tepatnya pada 17 Agustus 1945. Dalam rentang waktu yang cukup lama, perayaan Hari Kemerdekaan menjadi momen penting untuk mengenang perjuangan para pahlawan dan meneguhkan komitmen membangun negeri. Akan tetapi, peringatan ke-80 tahun memiliki suasana yang berbeda dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Pada tahun lalu, upacara peringatan kemerdekaan dilaksanakan di Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai pengenalan pusat pemerintahan baru, tetapi pada tahun ini prosesi upacara kemerdekaan kembali berlangsung di Istana Negara karena pembangunan IKN yang belum selesai. Di tempat bersejarah ini, presiden terpilih tahun 2024, yakni Bapak Prabowo Subianto, memimpin upacara kemerdekaan secara perdana sebagai kepala negara.
Suasana khidmat menyelimuti halaman istana saat Bendera Merah Putih berkibar dengan diiringi lagu kebangsaan “Indonesia Raya”. Suasana tersebut tidak hanya dirasakan para tamu undangan resmi, tetapi juga masyarakat umum yang kembali mendapat kesempatan hadir secara langsung seperti tahun-tahun sebelumnya.
Sumber: Eraspace.com
Selain prosesi kenegaraan, kemeriahan juga hadir melalui berbagai kegiatan. Salah satunya adalah pemerintah memberikan potongan tarif transportasi umum menjadi Rp80,00 pada tanggal 17-18 Agustus untuk memudahkan masyarakat menghadiri berbagai rangkaian perayaan. Salah satu rangkaian kegiatan perayaan berlangsung di Monas. Acara tersebut terdiri dari perlombaan, panggung hiburan, kuliner gratis dari pelaku UMKM, dan kembang api pada malam hari. Semangat kebersamaan turut dipupuk melalui kegiatan “Merdeka Run 8.0K” yang melibatkan peserta dari berbagai kalangan.
Tema kemerdekaan tahun ini adalah “Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”. Tema tersebut mencerminkan berbagai kegiatan masyarakat di seluruh penjuru negeri. Salah satunya adalah perlombaan rakyat, seperti balap karung, panjat pinang, hingga lomba memasak khas daerah yang diselenggarakan dengan meriah sebagai ajang silaturahmi dan penguat persatuan. Tidak hanya itu saja, terdapat ajang budaya, seperti festival Pacu Jalur yang pertama kalinya digelar di halaman Istana Negara untuk memeriahkan perayaan.
Sumber: Gramedia
Di kalangan mahasiswa, makna kemerdekaan pada saat ini sangat berkaitan dengan kebebasan berpikir, kebebasan berpendapat, dan kesempatan untuk berkontribusi nyata bagi bangsa. Bagi mereka, kemerdekaan tidak hanya sekadar mengenang perjuangan masa lalu, tetapi tentang berperan aktif untuk menghadapi tantangan pada saat ini, mulai dari masalah ketimpangan sosial hingga perkembangan teknologi yang pesat.
Memasuki usia ke-80, Indonesia mengajak seluruh rakyatnya untuk tetap menjaga tradisi dan berani berinovasi. Perayaan tahun ini mencerminkan bangsa yang merdeka, tetapi tidak berhenti beradaptasi dan tetap berpijak pada nilai luhur yang diwariskan oleh para pendiri negara. Dengan demikian, kemerdekaan tidak hanya tentang perayaan, tetapi juga komitmen untuk membangun negeri menuju masa depan yang lebih baik. (ARL/FTH )
You may also like
Ketika Sinyal Lebih Berharga dari Sepiring Nasi
Mengerjakan Tugas Sambil Minum Kopi atau dalam Keheningan? Mana Tempat yang Paling Membuat Produktif?
Lima Tips Praktis Foto Menggunakan Handphone agar Feed Instagram-mu Jadi Lebih Hidup
Mahasiswa Wajib Tahu! Ini Dia Tips Traveling Low Budget Antiribet
From Straw Hats to Street Protests: What the One Piece Flag Tells Us About Civic Expression