Dalam perjalanan sejarah Indonesia, nama Soeharto selalu muncul sebagai salah satu figur yang paling berpengaruh. Beliau hadir pada masa kritis, tepatnya ketika negara berada dalam ketidakpastian politik setelah tahun 1965. Kala itu, Soeharto muncul sebagai tokoh yang dinilai dapat memulihkan stabilitas dan menjaga arah ideologi negara di tengah gejolak yang terjadi.
Pada awal pemerintahannya, Soeharto memperkenalkan konsep pembangunan yang terarah dan sistematis. Salah satu caranya adalah Rencana Pembangunan Lima Tahun (Repelita), yang menjadi instrumen pemerintah untuk menata kembali perekonomian setelah mengalami tekanan berat. Program tersebut mendorong pertumbuhan sektor pertanian, industri, dan infrastruktur. Sebagian besar masyarakat, khususnya di daerah, merasakan dampak dari pembangunan tersebut dalam bentuk akses jalan yang lebih baik, irigasi yang lebih teratur, serta fasilitas pendidikan dan kesehatan yang makin merata.
Selain itu, salah satu pencapaian yang sering dikenang adalah keberhasilan Indonesia meraih swasembada beras. Pencapaian tersebut dianggap sebagai simbol dari keberhasilan strategi pembangunan pertanian, khususnya melalui modernisasi teknologi dan perbaikan sistem distribusi. Keberhasilan tersebut menguatkan citra Soeharto sebagai pemimpin yang mampu membawa negara menuju stabilitas ekonomi dan ketahanan pangan. Era Soeharto juga dikenal sebagai masa ketika pemerintah mengutamakan ketertiban dan pengelolaan negara yang terstruktur melalui upaya penataan birokrasi yang dilakukan untuk menciptakan pemerintahan yang lebih efektif dan terkoordinasi. Oleh karena itu, terdapat berbagai kebijakan yang menjadi pijakan awal bagi sejumlah institusi dan sistem administratif yang digunakan hingga saat ini.
Meskipun demikian, perjalanan kepemimpinannya tidak terlepas dari dinamika dan perdebatan yang menimbulkan berbagai sudut pandang. Pengaruh signifikan terhadap perkembangan Indonesia, stabilitas politik yang terjaga cukup lama, pembangunan terencana, dan kebijakan ekonomi yang bertahap merupakan bagian dari jejak yang ditinggalkan Soeharto bagi generasi mendatang. Dengan demikian, masyarakat perlu memahami sosok Soeharto yang menjadi bagian penting dari perjalanan bangsa. Beliau adalah tokoh yang menggerakkan arah Indonesia pada masa transisi. Jejak kepemimpinannya menjadi bahan refleksi bagi masyarakat hingga saat ini. Melihat kembali periode tersebut, akan membantu kita memahami cara bangsa Indonesia tumbuh dalam menghadapi tantangan dan membangun fondasi menuju masa depan.
(AI/FTH)

