Di tengah hiruk pikuk kehidupan yang serba cepat, tidak mengherankan jika banyak dari kita merasa kewalahan. Dari tugas yang menumpuk, jadwal kuliah atau pekerjaan yang padat, hingga rasa lelah yang bisa muncul tanpa alasan karena banyaknya persoalan yang datang disaat yang bersamaan. Namun, ada satu hal sederhana yang dapat menjadi pause button untuk semua itu, yaitu secangkir kopi.
Bagi sebagian orang, kopi bukan hanya soal kafeina. Kopi adalah mood fixer, teman setia, dan alasan untuk mengambil jeda di tengah hari yang penuh dinamika. Ada sesuatu yang menenangkan saat aroma kopi mulai menyebar di ruangan. Rasanya seolah ada yang berbisik, “Bersabarlah, hidup bisa dinikmati pelan-pelan.”
Ngopi pelan-pelan sebenarnya adalah bentuk self-care yang murah dan sederhana, tetapi efeknya nyata. Ketika kamu menyesap kopi tanpa terburu-buru, kamu sedang memberi ruang buat diri sendiri untuk benar-benar hadir. Kamu tidak sekadar minum, tetapi merasakan aroma, suhu, rasa pahit-manisnya, bahkan suasana sekitar yang turut menghangatkan hati.
Sumber: Freepik
Terkadang kita lupa bahwa hidup itu bukan perlombaan lari cepat. Kita terlalu fokus mengejar target, validasi, dan waktu. Padahal, kalau dipikir-pikir, momen sederhana, seperti duduk dengan kopi hangat di tangan adalah salah satu cara terbaik untuk kembali merasa hidup, bahkan jika harimu sedang kacau. Dengan secangkir kopi yang dinikmati tanpa terburu-buru, ada saja ketenangan yang muncul.
Ngopi juga dapat menjadi momen refleksi kecil-kecilan. Sambil menikmati kopi, kita dapat berfikir pelan-pelan tentang apa yang akan dilakukan hari ini, apa yang harus disyukuri hari ini, atau berfikir untuk rehat sejenak. Dengan begitu, kita dapat memberi ruang buat diri sendiri untuk bernapas.
Sumber: CNN indonesia
Menariknya, kehidupan kita itu layaknya kopi yang kadang terasa pahit dan kadang manis, tetapi selalu ada cara untuk menikmatinya, bahkan jika sedang diterpa masalah atau mood kita sedang turun. Secangkir kopi dapat menjadi cara untuk recharge energi. Tidak perlu ke café aesthetic ataupun mahal, yang penting kamu hadir dan menikmati. Sambil menunggu kopi disajikan, kita dapat belajar bahwa hal-hal baik kadang butuh waktu dan tidak semuanya instan. Sama seperti hidup yang prosesnya penting, bukan hanya hasil akhirnya. Dari sini, kita belajar melambat dan sadar bahwa tidak apa-apa hidup tidak selalu cepat.
Jadi, kalau dunia terasa terlalu ramai dan kamu mulai kewalahan, cobalah luangkan waktu untuk ngopi pelan-pelan. Tidak perlu memikirkan hal-hal yang rumit. Kadang hal sederhana, seperti ngopi sudah cukup untuk membuat hidup terasa lebih ringan. Karena pada akhirnya, hidup itu dinikmati, bukan dikejar terus-menerus. Belajar hidup pelan-pelan itu bukan tanda kelemahan, melainkan tanda kamu tahu cara menghargai diri sendiri dan kadang semuanya berawal dari satu hal kecil, yaitu secangkir kopi. (SAS/SZA)


