Kontingen Indonesia kembali menegaskan eksistensinya sebagai salah satu kekuatan utama olahraga Asia Tenggara pada ajang SEA Games 2025 yang digelar di Bangkok dan Chonburi. Hingga pertengahan Desember 2025, bendera Merah Putih berkibar gagah di klasemen perolehan medali dengan menempati posisi kedua. Hal tersebut menjadi sebuah capaian prestisius yang mencerminkan kerja keras, disiplin, dan daya juang para atlet nasional. Di tengah persaingan ketat dan dominasi tuan rumah, Indonesia tidak hanya sekadar hadir sebagai peserta, tetapi juga tampil sebagai penantang yang konsisten menekan dari posisi bawah.

Sumber: ANTARA NEWS
Dengan raihan 80 medali emas, 93 perak, dan 103 perunggu, Indonesia berhasil mengoleksi total 276 medali. Angka tersebut tidak hanya mencerminkan kuantitas, tetapi juga kualitas performa di berbagai cabang olahraga. Pencapaian tersebut terasa makin istimewa karena berhasil mengamankan target emas yang sebelumnya telah dicanangkan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga. Di arena pertandingan, setiap medali yang diraih menjadi bukti bahwa Indonesia tidak bergantung pada satu atau dua cabang unggulan semata, tetapi juga menyebarkan kekuatan secara merata di banyak disiplin olahraga.
Sejumlah cabang olahraga tampil sebagai mesin penghasil medali yang efektif. Panahan, triatlon, perahu naga, hingga cabang-cabang beregu menjadi ladang emas yang memperkuat posisi Indonesia di klasemen. Para atlet tampil dengan mental baja dan mampu menjaga fokus di tengah tekanan tuan rumah dan sorak penonton lawan. Setiap kemenangan tidak datang secara instan, tetapi lahir dari proses latihan yang panjang, strategi matang, serta pengorbanan besar yang sering luput dari sorotan kamera.

Sumber: Tempo.co
Capaian di SEA Games 2025 juga dapat dijadikan sebagai momentum kebangkitan olahraga nasional. Setelah bertahun-tahun menghadapi tantangan regenerasi atlet dan pembinaan jangka panjang, hasil tersebut menjadi sinyal positif bahwa investasi pada pembinaan, sport science (sains olahraga), serta kompetisi berjenjang mulai membuahkan hasil nyata. Para atlet muda tampil tanpa rasa gentar, sementara atlet senior membuktikan bahwa pengalaman tetap menjadi aset berharga di panggung regional.
Pada akhirnya, posisi kedua Indonesia di SEA Games 2025 tidak hanya soal peringkat, tetapi tentang harga diri, optimisme, dan arah masa depan olahraga nasional. Prestasi tersebut menjadi pengingat bahwa dengan perencanaan yang konsisten dan dukungan berkelanjutan, Indonesia memiliki modal kuat untuk terus bersaing, tidak hanya di Asia Tenggara, tetapi juga di tingkat yang lebih tinggi. Oleh karena itu, sorak kemenangan di Bangkok dan Chonburi pada saat itu, menjadi gema yang mengantarkan Indonesia menuju prestasi yang lebih gemilang di tahun mendatang. (ADS/FTH)