Pernah dengar istilah fatherless atau daddy issues? Kedua istilah ini sering muncul di media sosial dan percakapan sehari-hari. Bahkan, tidak jarang keduanya digunakan bergantian seolah memiliki makna yang sama. Padahal, meskipun sama-sama berkaitan dengan hubungan antara ayah dan anak, terdapat perbedaan mendasar yang perlu kalian ketahui.
Secara harfiah, fatherless berarti tanpa ayah. Kondisi ini menggambarkan situasi ketika seseorang tumbuh tanpa kehadiran figur ayah secara fisik dalam hidupnya. Hal ini bisa terjadi karena ayahnya meninggal dunia, bercerai dan tidak pernah bertemu lagi, meninggalkan keluarga, atau memang tidak pernah hadir sejak awal. Anak-anak yang mengalami kondisi ini harus bisa beradaptasi dengan kehidupan tanpa seorang ayah yang seharusnya menjadi pelindung, pembimbing, sekaligus sumber dukungan emosional. Akibatnya, mereka mungkin menjadi lebih cepat dewasa secara mental, tetapi juga berisiko mengalami kekosongan figur panutan di masa pertumbuhan.
Sumber: geotimes.id
Lalu, apa bedanya dengan daddy issues? Seseorang bisa mengalami daddy issues meskipun ayahnya hadir secara fisik. Istilah ini merujuk pada dampak psikologis dari hubungan yang tidak sehat atau traumatis dengan figur ayah. Kondisi ini dapat muncul karena berbagai pola hubungan yang bermasalah, seperti ayah yang terlalu otoriter, abusive secara verbal maupun fisik, kurang menunjukkan kasih sayang, atau justru terlalu protektif. Dampaknya, anak mungkin akan kesulitan membangun hubungan interpersonal yang sehat, terutama dengan figur laki-laki. Mereka cenderung mencari validasi berlebihan, sulit mempercayai orang lain, atau bahkan terjebak dalam pola hubungan yang tidak stabil secara emosional.
Singkatnya, fatherless adalah kondisi fisik ketika seorang ayah tidak hadir, sedangkan daddy issues adalah dampak emosional dan psikologis dari hubungan yang tidak sehat dengan ayah, baik ayah itu ada maupun tidak. Seseorang yang fatherless belum tentu mengalami daddy issues, tetapi seseorang bisa memiliki daddy issues meski hidup dengan figur ayah. Di era sekarang, kesadaran terhadap isu ini makin penting. Banyak orang yang mengalami hal ini sejak kecil tanpa memahami dari mana asalnya. Dengan memahami perbedaan fatherless dan daddy issues, kita bisa belajar menjadi lebih berempati terhadap orang lain.(YLN/SYN)

