Seni Journaling: Jalan Elegan untuk Kabur dari Toxic Productivity

Pernahkah kamu merasa sangat bersalah ketika hanya duduk diam tanpa melakukan apa pun? Atau merasa harus selalu sibuk supaya dianggap produktif, padahal hati terasa kosong dan energi sudah berada di titik nol? Jika iya, berhati-hatilah, bisa jadi kamu sedang terjebak dalam toxic productivity.

Apa Itu Toxic Productivity?

Toxic productivity adalah kondisi ketika seseorang merasa harus selalu melakukan sesuatu setiap saat hingga lupa bagaimana caranya beristirahat. Dampaknya, kita menjadi lelah tanpa sebab yang jelas dan merasa hidup penuh dengan tugas, tetapi hampa secara makna. Salah satu cara paling elegan untuk “kabur” dari lingkaran setan ini adalah melalui seni journaling.

Mengapa Harus Journaling?

Banyak orang mengira journaling hanyalah kegiatan mencatat jadwal atau to-do list. Padahal, jika isinya hanya daftar tugas, hal tersebut justru dapat menambah beban pikiran. Journaling yang sesungguhnya adalah ruang aman untuk mencurahkan perasaan tanpa filter. Ketika kamu menulis di atas kertas, otak dipaksa berhenti berlari. Tubuhmu beralih dari mode doing (melakukan) ke mode being (merasakan).

Tips Melakukan Journaling

Agar journaling tidak menimbulkan stres, kamu dapat menerapkan beberapa tips berikut.

  1. Buat “Done List”, Bukan “To-Do List

Alih-alih menulis apa yang harus dilakukan besok, tuliskan apa saja yang telah kamu lalui hari ini. Sekecil apa pun pencapaiannya, misalnya berhasil bangun tepat waktu, tetap layak diapresiasi.

  1. Tumpahkan Rasa Bersalah (The Guilt Dump)

Jika kamu merasa bersalah karena tidak produktif hari ini, tuliskan saja, misalnya “Aku merasa bersalah karena cuma rebahan, tetapi sebenarnya tubuhku memang butuh istirahat.” Mengakui perasaan tersebut di atas kertas dapat mengurangi rasa sesak secara signifikan.

  1. Gunakan Metode Unfiltered Writing

Sisihkan waktu 5–10 menit sebelum tidur untuk menulis apa pun yang terlintas di kepala. Jangan pedulikan tata bahasa atau kerapian tulisan. Anggap kertas sebagai “tempat sampah” bagi seluruh kegelisahanmu.

  1. Fokus pada Self-Compassion

Cobalah bertanya pada diri sendiri, “Apa satu hal yang dapat aku lakukan hari ini untuk menyenangkan diriku sendiri, bukan untuk orang lain?” Dengan begitu, kamu memberi izin pada diri sendiri untuk beristirahat tanpa rasa bersalah, menghargai kebutuhan pribadi, serta menyadari bahwa nilai dirimu tidak ditentukan oleh tingkat kesibukan atau seberapa banyak yang dihasilkan hari ini.

  1. Hias Jurnal dengan Hal-Hal yang Disukai

Menambahkan sentuhan kreativitas dapat membuat journaling lebih menyenangkan. Misalnya, dengan menempel stiker lucu atau kutipan motivasi, menggambar doodle kecil di tepi halaman, atau menggunakan pulpen warna-warni untuk menandai suasana hati.

Menemukan Makna di Balik Journaling

Journaling adalah tentang memberi ruang bagi diri sendiri untuk bernapas. Kamu tidak perlu menjadi orang tersibuk di dunia untuk merasa berharga. Melalui menulis, kamu belajar bahwa kebahagiaan tidak selalu datang dari hasil kerja keras semata, melainkan dari kemampuan untuk hadir, memahami, dan menerima diri sendiri.

Jadi, yuk ambil buku catatanmu. Berhentilah sejenak dari hiruk-pikuk dunia dan mulailah berbicara dengan kertas. Sebab, terkadang jalan keluar tercepat dari rasa lelah adalah dengan masuk ke dalam diri sendiri. (FAN/SZA)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *