Indonesia berada di wilayah Cincin Api Pasifik yang menjadikannya rawan terhadap berbagai bencana geologi, salah satunya gempa bumi megathrust. Gempa megathrust terjadi akibat pergeseran lempeng tektonik di zona subduksi, yaitu ketika satu lempeng menunjam ke bawah lempeng lainnya. Jenis gempa ini dikenal memiliki kekuatan besar, berpotensi memicu tsunami, serta menimbulkan dampak luas terhadap wilayah pesisir.
Berdasarkan kajian Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), terdapat beberapa zona megathrust aktif di Indonesia yang patut diwaspadai. Zona pertama berada di sepanjang pantai barat Sumatra, membentang dari Aceh hingga Lampung. Wilayah ini menyimpan potensi gempa besar akibat interaksi Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia. Zona berikutnya terletak di selatan Jawa, mulai dari Banten hingga Jawa Timur, yang juga memiliki riwayat gempa besar dan tsunami. Selain itu, kawasan Nusa Tenggara (Bali–NTB–NTT), Sulawesi Utara, serta Maluku dan Papua termasuk dalam wilayah berisiko tinggi akibat aktivitas subduksi dan sesar aktif.
Ancaman megathrust bukan sekadar isu ilmiah, tetapi persoalan kesiapsiagaan masyarakat. Banyak korban gempa bukan hanya disebabkan oleh kekuatan guncangan, melainkan kurangnya pengetahuan tentang cara menyelamatkan diri. Oleh karena itu, evakuasi yang tepat dan cepat menjadi kunci utama dalam meminimalkan risiko korban jiwa.
Beberapa saran evakuasi penting yang perlu diperhatikan antara lain sebagai berikut. Pertama, masyarakat pesisir harus mengenali jalur evakuasi tsunami dan lokasi titik kumpul yang telah ditetapkan pemerintah daerah. Kedua, saat gempa kuat terjadi dan sulit berdiri, segera lakukan prinsip drop, cover, and hold on. Ketiga, jika gempa berlangsung lama atau air laut surut secara tidak wajar, segera menjauh dari pantai menuju tempat yang lebih tinggi tanpa harus menunggu peringatan resmi. Keempat, siapkan tas siaga bencana berisi kebutuhan darurat, seperti air minum, senter, obat-obatan, dan dokumen penting.
Sumber: Digdata.ID
Pada akhirnya, ancaman gempa megathrust tidak dapat dihindari, tetapi dampaknya dapat dikurangi melalui edukasi, kesiapan infrastruktur, dan kesadaran kolektif. Dengan memahami zona risiko dan menerapkan langkah evakuasi yang tepat, masyarakat Indonesia dapat hidup lebih waspada dan tangguh menghadapi potensi bencana di masa depan. (NAW/ARL)

