Saat ini aku tengah duduk.
Melonjorkan kaki-kaki yang lelah berkeliling Kota Jambi.
Kunikmati tiap butir jagung bakar empuk.
Dan menyeruput manisnya air tebu yang berkumpul di wadah kecil.
Kupandang suasana sore ini.
Indah nian.
Semilir angin lembut menyapu pipiku.
Dimana langit senja terlihat cantik dibubuhi awan.
Sungguh, terlalu sayang jika dilewatkan.
Bahkan mata seakan enggan untuk terpejam, walau hanya sekedar berkedip.
Terdengar gelak tawa beberapa anak kecil bemain.
Melonjorkan kaki-kaki yang lelah berkeliling Kota Jambi.
Kunikmati tiap butir jagung bakar empuk.
Dan menyeruput manisnya air tebu yang berkumpul di wadah kecil.
Kupandang suasana sore ini.
Indah nian.
Semilir angin lembut menyapu pipiku.
Dimana langit senja terlihat cantik dibubuhi awan.
Sungguh, terlalu sayang jika dilewatkan.
Bahkan mata seakan enggan untuk terpejam, walau hanya sekedar berkedip.
Terdengar gelak tawa beberapa anak kecil bemain.
Beret bet bet bet.
Dan suara mesin Ketek yang berlayar menantang air.
Di tepi Sungai Batanghari ini aku bersenda gurau.
Menunggu matahari membenamkan diri.
Sembari, mengingatmu..
~Andini Nova
You may also like
Dua Puluh Tahun JAFF: dari Akar Independen ke Denyut Sinema Asia
EconoChannel Sukses Gelar Lomba Debat GREAT 12th: Wadah Asah Nalar Kritis Mahasiswa
Gemini Pro Gratis: Penyelamat Mahasiswa di Tengah Deadline
Kehadiran QRIS Memudahkan Transaksi Lintas Negara
Menyelami Jiwa Indonesia melalui Film, Musik, dan Sastra
