Pernahkah kalian saat sedang scrolling media sosial, tiba-tiba muncul video di FYP tentang investasi, bisnis online, atau cara mendapatkan uang dari internet? Konten seperti itu sering kali ditemukan di media sosial. Dengan ponsel, hidup kita dipermudah, mulai dari berbelanja online, memesan makanan lewat ponsel, hingga mencari penghasilan tambahan. Dalam kehidupan sehari-hari kita tidak dapat terlepas dari dunia digital. Namun, di balik kemudahan tersebut, kita tidak boleh melupakan kemampuan untuk memahami dan menggunakan teknologi digital.

Sumber: kemenkeu.go.id
Perkembangan teknologi dalam kehidupan membawa perubahan besar dalam dunia ekonomi. Dahulu, seseorang yang ingin berjualan harus memiliki toko fisik. Saat ini, hanya dengan menawarkan produk melalui media sosial, seseorang sudah dapat berjualan. Begitu juga dengan jenis pekerjaan yang makin bervariasi dengan hadirnya platform digital. Kondisi tersebut sangat berpengaruh bagi generasi muda.
Sayangnya, kemudahan dalam mengakses teknologi tidak selalu diimbangi dengan pemahaman yang cukup. Banyak orang sangat mudah percaya pada informasi keuangan di media sosial, tanpa memeriksa kebenarannya terlebih dahulu. Padahal, tidak semua informasi yang beredar dapat dipercaya. Jika tidak hati-hati, teknologi justru dapat menimbulkan kerugian bagi kita.
Kebiasaan bertransaksi secara digital perlu diimbangi dengan kemampuan mengelola keuangan. Fitur pembayaran yang mudah dan praktis memang memudahkan kita dalam kehidupan sehari-hari. Namun, terdapat dampak negatif jika seseorang menjadi lebih mudah mengeluarkan uang demi keinginan, bukan kebutuhan. Hal ini makin berisiko bagi generasi muda yang FOMO dengan tren dan gaya hidup di media sosial. Tanpa berpikir panjang, keinginan mereka untuk mengikuti tren sering kali lebih besar daripada kemampuan finansial yang dimiliki.

Sumber: kompas.com
Di sinilah literasi digital menjadi hal yang penting. Literasi digital bukan hanya soal mahir menggunakan aplikasi atau selalu update dengan teknologi terbaru, melainkan juga tahu cara membedakan informasi yang benar dan hoaks, menjaga data pribadi, hingga lebih berhati-hati saat belanja atau transaksi online. Sebagai generasi muda, kita juga harus mulai membiasakan diri untuk memeriksa kebenaran informasi dari beberapa sumber dan tidak percaya begitu saja hanya karena sesuatu yang sedang viral di media sosial.
Langkah kecil tersebut dapat dimulai dari hal-hal yang sering kita lakukan sehari-hari. Misalnya, memanfaatkan internet untuk belajar skill baru, mencari informasi magang, memulai usaha kecil-kecilan, atau belajar cara mengelola keuangan. Kita juga perlu memperbarui informasi mengenai perkembangan ekonomi agar tidak hanya mengetahui adanya perubahan, tetapi juga memahami dampaknya serta mampu melihat peluang yang ada.
Pada akhirnya, ekonomi masa depan bukan hanya tentang siapa yang paling mahir menggunakan teknologi, melainkan juga siapa yang dapat memanfaatkannya dengan bijak. Sebagai generasi muda, kita memiliki banyak kesempatan untuk berkembang. Namun, kesempatan tersebut harus diimbangi dengan pengetahuan, kemampuan berpikir kritis, dan tanggung jawab dalam menggunakan teknologi.
Jadi, jangan hanya mahir scrolling media sosial dan ikutan tren yang sedang ramai. Yuk, mulai memanfaatkan dunia digital untuk menimba ilmu, belajar hal baru, dan mempersiapkan diri untuk masa depan. Di tengah perkembangan ekonomi yang makin cepat, kemampuan menggunakan teknologi dengan bijak dapat menjadi salah satu bekal penting untuk kita menghadapi tantangan kedepan. (ANS/SK)
You may also like
Trofi Bukan Garis Akhir
Dari Bulu Tangkis hingga Panahan, 39 Medali Indonesia di Asian Games 2026
Pijakan yang Bikin Waswas: Belajar dari Kerusakan Eskalator Stasiun Duri
Tren Berganti, Kain Batik Tetap Menjadi Pilihan Busana Generasi Muda
Dari Mock-Up ke Fasilitas Nyata, Jalur Pemandu Gedung Terpadu Pontianak Mulai Dibenahi