Langkah kaki ribuan komuter setiap hari di Stasiun Duri berkelindan dengan deru mesin transportasi massal. Di tengah riuh rendah perjuangan mengejar kereta tepat waktu, ada satu fasilitas pendukung yang paling diandalkan untuk menyambung napas para mobilitas tinggi ini: eskalator. Namun, apa jadinya ketika sarana yang seharusnya mempermudah langkah justru berubah menjadi potensi bahaya mematikan dalam hitungan detik?

Sumber: kompas.com
Insiden ambrolnya anak tangga eskalator di Stasiun Duri beberapa waktu lalu menjadi alarm keras yang menghentak kesadaran kita. Peristiwa tersebut bukan sekadar gangguan teknis biasa, melainkan cermin besar yang memantulkan sejauh mana jaminan keselamatan penumpang diprioritaskan. Ketika lantai pijakan mendadak ambles dan rongga mesin terbuka lebar, kepanikan yang tercipta menggarisbawahi satu hal mutlak: fasilitas publik tidak boleh hanya megah secara visual, tetapi juga wajib andal secara operasional.
Mari kita bedah kenyataan di lapangan. Fasilitas umum seperti stasiun transit mengemban beban muatan yang sangat berat setiap harinya. Ribuan pasang kaki menumpuk pada jam-jam sibuk, menuntut ketahanan mekanis ekstrem. Di sinilah letak ujian sesungguhnya. Pemeliharaan rutin tidak boleh sekadar menjadi agenda formalitas di atas kertas atau sekadar prosedur centang hijau harian. Audit keselamatan berkala, penggantian suku cadang tepat waktu, hingga respons cepat terhadap sinyal kerusakan kecil seperti suara derit aneh atau getaran tak wajar harus menjadi standar operasional yang tidak dapat ditawar.

Sumber: kompas.com
Keselamatan pengguna moda transportasi umum adalah hak paling mendasar. Setiap orang yang membeli tiket bukan hanya membayar hak untuk berpindah tempat, melainkan juga membeli jaminan bahwa mereka dapat pulang ke rumah dengan selamat. Ketika satu fasilitas penunjang gagal berfungsi dengan aman, rasa aman konsumen langsung runtuh.
Belajar dari pengalaman Stasiun Duri, sudah saatnya pengelola infrastruktur publik berbenah secara menyeluruh. Pengawasan ketat terhadap vendor pemeliharaan, transparansi rekam jejak perawatan, serta peningkatan edukasi darurat bagi penumpang harus diperketat. Fasilitas publik yang andal adalah fondasi utama kota modern yang beradab. Jangan menunggu timbulnya korban jiwa baru kita sibuk membenahi hal yang seharusnya sudah aman sejak awal. (JS/NDC)
You may also like
Tren Berganti, Kain Batik Tetap Menjadi Pilihan Busana Generasi Muda
Dari Mock-Up ke Fasilitas Nyata, Jalur Pemandu Gedung Terpadu Pontianak Mulai Dibenahi
Jangan Sampai Lupa, Pelajaran dari Lubang Buaya untuk Generasi Kita
Menekuni Peristiwa G30S/PKI dan Memastikannya Tidak Terulang Lagi
Di Balik Fenomena Lapas Mewah: Ada Pengawasan yang Perlu Dipertanyakan
