Sebagai kebutuhan dasar, rumah merupakan hal yang harus dipenuhi oleh masyarakat. Namun, pemenuhan kebutuhan ini belum sepenuhnya tercapai, terutama di Indonesia yang jumlah kebutuhan rumahnya pada tahun 2014 mencapai 15 juta. Selain itu, pertumbuhan penduduk di Indonesia yang terus meningkat membuat kebutuhan akan rumah terus bertambah.
Untuk menangani kebutuhan rumah di lokasi bencana, rumah tersebut harus dapat dibangun dengan cepat dan mampu tahan gempa. Selain itu, rumah juga harus dapat dikembangkan karena menurut penelitian PUSKIM (1996-2000), bahwa 80% dari tempat tinggal telah mengalami perubahan dari bentuk aslinya, baik karena kerusakan bangunan maupun karena pertambahan jumlah penghuni rumah.
Teknologi RISHA merupakan solusi yang tepat untuk memenuhi kebutuhan tersebut, karena teknologi ini menggunakan desain modular. Desain modular membagi sistem bangunan menjadi beberapa bagian kecil (modul) yang efisien dan dapat dirakit menjadi berbagai produk dengan ukuran yang berbeda-beda. Selain itu, desain modular ini juga dapat diubah atau dikembangkan sesuai dengan keinginan atau kebutuhan penghuni.
RISHA adalah sistem struktur bangunan yang terdiri dari tiga komponen utama. Komponen pertama (P1) memiliki ukuran 120 cm x 30 cm x 10 cm dan berfungsi sebagai penopang struktur bangunan. Komponen ini dibangun dengan sistem knock down dan baut. Komponen kedua (P2) memiliki ukuran 120cm x 20cm x 10cm dan berfungsi sebagai pemangku kolom struktur. Komponen ketiga (P3) memiliki ukuran 30cm x 30cm x 10cm dan berfungsi sebagai pengikat komponen lainnya.

Konstruksi RISHA menggunakan beton bertulang yang memiliki sistem sambungan sehingga dapat menyerupai struktur bangunan kayu. Jika terjadi gempa, bangunan ini tidak akan patah, namun tetap bisa bergoyang walaupun telah mengalami kerusakan. PUPR memprediksi RISHA dapat menahan keruntuhan dan memberikan waktu bagi penghuni untuk melarikan diri jika terjadi bencana gempa. Komponen yang termasuk dalam harga bangunan RISHA adalah lahan, sanitasi, jaringan listrik, saluran air bersih, prasarana, sarana, dan utilitas perumahan. (RIA/AIV)
You may also like
Jangan Sampai Lupa, Pelajaran dari Lubang Buaya untuk Generasi Kita
Menekuni Peristiwa G30S/PKI dan Memastikannya Tidak Terulang Lagi
Di Balik Fenomena Lapas Mewah: Ada Pengawasan yang Perlu Dipertanyakan
Kembalinya Tren Gyaru di Masa Kini
Dari Klub Malam ke Jogging Track: Cara Baru Gen Z dalam Melepas Penat
