Kamis, 27 Februari 2025, PT Transjakarta mengumumkan sebuah informasi mengenai pemberhentian koridor 5D di laman akun Instagram-nya, @infotije, yang bertuliskan “Sahabat TiJe, layanan Transjakarta rute 5D Cililitan-Ancol beroperasi terakhir pada Jumat, 28 Februari 2025,”
Koridor 5D Transjakarta yang menghubungkan Ancol dan Cililitan telah menjadi bagian penting dari sistem transportasi publik di Jakarta. Lantas, mengapa koridor 5D dihentikan? Ini dia alasannya.
Koridor 5D, yang melintasi wilayah padat penduduk, sering kali mengalami lonjakan penumpang pada jam sibuk. Terjadinya kepadatan penumpang yang berlebihan di Halte Cawang Sentral pada pagi atau sore hari menyebabkan bus Transjakarta kesulitan untuk bergerak dengan lancar sehingga waktu tempuh menjadi lebih lama dan risiko keterlambatan meningkat.
Banyak penumpang Transjakarta tidak terima dengan adanya pemberhentian ini dikarenakan rute tersebut sangat penting dalam mendukung mobilitas sehari-hari.
Oleh karena itu, bagi pengguna yang ingin menuju Ancol dari Cililitan dapat menggunakan koridor 7 hingga Halte Kampung Melayu, lalu melanjutkan perjalanan menggunakan bus koridor 5 rute Kampung Melayu-Ancol.
Jadi, apakah kalian setuju dengan pemberhentian koridor 5D ini? (FRD/ND)
You may also like
Awal Bulan Lega, Akhir Bulan Cemas: Ritme Kehidupan Mahasiswa yang Dikendalikan Harga
Dari Program Unggulan ke Ruang Penyidikan: Pelajaran dari Kasus Eks Kepala BGN
Rupiah Melemah vs. Realitas Ekonomi: Harus Cemas atau Stay Calm Saja?
Pancasila di Era FYP: Masih Jadi Pedoman atau Sekadar Konten?
Panggung Ilusi Digital: Seni Menguras Energi Demi Kompetisi Semu di Media Sosial

