Kalian tahu tidak, ternyata sampai sekarang masih banyak perempuan yang merasa tidak nyaman berbicara soal menstruasi. Banyak yang memilih diam karena takut dianggap manja, lemah, atau kurang profesional. Padahal, menstruasi merupakan bagian alami dari tubuh perempuan, dan wajar sekali jika membutuhkan waktu untuk beristirahat. Oleh karena itu, Laurier meluncurkan kampanye berjudul “Surat Izin Menstruasi”, sebuah gerakan yang mengajak masyarakat untuk lebih peka dan peduli terhadap kondisi perempuan saat sedang haid.
Lewat kampanye ini, Laurier menyampaikan pesan bahwa menstruasi bukan sesuatu yang harus disembunyikan atau ditutupi. Dalam video kampanyenya, terdapat adegan-adegan yang membuat banyak orang merasa sangat relate, seperti siswi yang tetap mengikuti pelajaran olahraga meskipun sedang nyeri atau karyawan yang berusaha terlihat kuat walaupun menahan sakit. Laurier dengan berani mengatakan, “gak apa-apa kok buat istirahat saat menstruasi.” Pesan sederhana ini ternyata memiliki makna besar, yaitu perempuan berhak mendengarkan tubuhnya sendiri tanpa rasa bersalah.

Sumber: Instagram.com/@laurierid
Yang menarik, kampanye ini langsung ramai dibahas di media sosial. Banyak perempuan yang merasa terwakili dan bersyukur karena akhirnya ada brand besar yang berani mengangkat topik ini secara terbuka. “Akhirnya ada yang ngomongin hal kayak gini dengan cara yang sopan dan menyentuh,” tulis salah satu pengguna di X (Twitter). Dukungan juga datang dari berbagai kalangan yang menilai kampanye ini memiliki pesan empati yang kuat dan relevan dengan realitas hidup perempuan sehari-hari.
Lewat “Surat Izin Menstruasi”, Laurier menunjukkan bahwa iklan bisa lebih dari sekadar alat promosi. Iklan dapat menjadi jembatan untuk membangun kesadaran dan mengubah cara pandang masyarakat. Kampanye ini mengingatkan kita bahwa peduli dan memberi ruang bagi perempuan untuk beristirahat bukanlah hal sepele, melainkan bentuk penghargaan terhadap tubuh dan perasaan. Kadang, hal sekecil izin untuk beristirahat bisa menjadi bentuk dukungan paling nyata, lho. Jadi, mulai sekarang, ayo lebih peka dan saling memahami karena setiap perempuan berhak merasa nyaman kapan pun dan di mana pun. (FM/NYL)
You may also like
Merdeka, tetapi Merasa Terusir? The Shocking Truth di Tanah Sendiri
Dari Suara Menjadi Aksi: Ketika Remaja Tidak Lagi Diam Menghadapi Masalah Sosial
Sekolah yang Aman Dimulai dari Kepedulian Kita
Warisan Bambu Runcing: Merawat Nasionalisme di Tengah Gelombang Globalisasi
Bumi Memanas, Air Menghilang: Ancaman yang Tak Bisa Diabaikan
