
Sumber: setneg.go.id
Indonesia memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan ke-81 pada 17 Agustus 2026. Peringatan tahun ini mengusung tajuk “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, sebagai bagian dari rangkaian Agenda Bulan Kemerdekaan 2026. Berbagai kegiatan digelar pada tingkat nasional maupun daerah untuk memperingati 81 tahun kemerdekaan Indonesia.
Wakil Menteri Sekretaris Negara, Juri Ardiantoro, dalam temu media di Kompleks Istana Kepresidenan pada 31 Juli, menjelaskan bahwa tema tahun ini merefleksikan komitmen serta aksi konkret pemerintah untuk mencapai visi luhur bangsa.
Peringatan 81 tahun kemerdekaan kemudian menjadi momentum untuk melihat sejauh mana cita-cita yang tercermin dalam tema tersebut telah dirasakan masyarakat. Sejumlah indikator, mulai dari kondisi ekonomi, akses pendidikan, hingga kesempatan masyarakat dalam memperoleh kesejahteraan, dapat menjadi gambaran mengenai capaian Indonesia setelah 81 tahun merdeka.
Keadilan dalam Akses Pendidikan

Sumber: kompasiana.com
Salah satu hal yang menggambarkan tercapainya keadilan adalah kemudahan masyarakat dalam mengakses pendidikan. Dalam perannya, pendidikan dapat menjadi sarana bagi masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidup. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), terdapat peningkatan partisipasi pendidikan pada sejumlah jenjang sepanjang 2024 hingga 2025.
Angka Partisipasi Sekolah (APS) penduduk usia 16–18 tahun meningkat dari 74,35 persen menjadi 76,20 persen, sementara Angka Partisipasi Murni (APM) SMA/SMK naik dari 64,06 persen menjadi 66,35 persen. Meski begitu, akses masyarakat terhadap pendidikan tinggi masih menjadi tantangan. Pada 2025, Angka Partisipasi Kasar (APK) perguruan tinggi baru mencapai 32,89 persen, meskipun meningkat dari 32,00 persen pada tahun sebelumnya.
Kemakmuran dan Kesejahteraan Masyarakat
Selain itu, kesejahteraan masyarakat juga menjadi salah satu gambaran terhadap sektor kemakmuran. Berdasarkan data BPS, persentase penduduk miskin pada Maret 2026 mencapai 8,07 persen, turun 0,40 persen dibandingkan Maret 2025. Jumlah penduduk miskin juga menurun menjadi 22,93 juta orang. Walaupun mengalami penurunan, kesenjangan masih terlihat di antara wilayah perkotaan dan perdesaan dengan persentase penduduk miskin masing-masing sebesar 6,34 persen dan 10,67 persen.
Kedaulatan dan Partisipasi Masyarakat
Sementara itu, kedaulatan dinilai bukan semata-mata Indonesia bebas dari penjajahan, melainkan juga dilihat dari kondisi demokrasi dan partisipasi masyarakat. Berdasarkan data BPS dalam Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) 2025, aspek kesetaraan mencatat skor 80,33, kapasitas lembaga demokrasi sebesar 78,28, dan kebebasan sebesar 75,52. Namun, aspek kebebasan di tingkat pusat masih berada pada skor 66,80, lebih rendah dibandingkan dengan tingkat provinsi yang mencapai 81,06. Data tersebut menunjukkan bahwa meski terdapat capaian dalam kesetaraan dan kapasitas demokrasi, ruang kebebasan masyarakat masih menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan.
Berdasarkan data yang telah diperoleh, Indonesia telah mengalami perkembangan dalam 81 tahun kemerdekaan. Namun, masih terdapat berbagai tantangan dalam mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur. Meskipun begitu, semangat dan upaya pemerintah dalam mencapai cita-cita bangsa patut diapresiasi. (VR/NFA)
You may also like
Merdeka, tetapi Merasa Terusir? The Shocking Truth di Tanah Sendiri
Dari Suara Menjadi Aksi: Ketika Remaja Tidak Lagi Diam Menghadapi Masalah Sosial
Sekolah yang Aman Dimulai dari Kepedulian Kita
Warisan Bambu Runcing: Merawat Nasionalisme di Tengah Gelombang Globalisasi
Bumi Memanas, Air Menghilang: Ancaman yang Tak Bisa Diabaikan