Biar Waktu yang Bercerita, Kita yang Menjalaninya

Pernahkah kalian merasa hari-hari berjalan begitu cepat? Rasanya baru kemarin hari pertama masuk kuliah, kenalan dengan teman-teman baru, mengikuti kegiatan kampus, mengerjakan tugas, hingga kemudian tersadar kalau ternyata banyak hal yang sudah dilewati.

Terkadang, di tengah kesibukan itu, kita terlalu fokus memikirkan apa yang harus dilakukan selanjutnya sampai lupa menikmati apa yang sedang dijalani sekarang.

Sumber: pinterest.com

Sebagai mahasiswa, kehidupan sehari-hari memang tidak jauh dari tugas, organisasi, kegiatan kampus, deadline, dan berbagai kesibukan lainnya. Belum lagi kalau harus membagi waktu antara kuliah dan kegiatan di luar kampus. Rasanya satu hari 24 jam pun masih kurang.

Tanpa sadar, kita jadi sering terburu-buru. Setelah menyelesaikan satu hal, langsung memikirkan hal berikutnya. Ketika satu tugas selesai, sudah kepikiran tugas lainnya. Ketika satu kegiatan selesai, sudah sibuk mempersiapkan kegiatan berikutnya.

Padahal, setiap proses yang kita jalani sebenarnya punya cerita dan pelajaran masing-masing.

Kita mungkin pernah merasa gagal karena hasil yang didapat tidak sesuai harapan. Mungkin kita juga pernah merasa tertinggal ketika melihat teman sudah mencapai sesuatu yang kita atau bahkan kita pernah bertanya-tanya, “Sebenarnya aku ini sedang menuju ke mana, ya?”

Hal-hal seperti itu sangat wajar terjadi. Setiap orang punya waktunya masing-masing. Ada yang lebih dulu berhasil, ada yang masih berproses, dan ada juga yang mungkin masih mencoba menemukan jalannya sendiri.

Sumber: pinterest.com

Yang sering kita lupa, hidup bukan perlombaan tentang siapa yang paling cepat berhasil. Ada kalanya kita memang perlu berjalan lebih pelan supaya dapat memahami apa yang sedang kita jalani.

Dari sebuah kegagalan, kita belajar untuk mencoba lagi. Dari sebuah kesalahan, kita belajar menjadi lebih hati-hati. Dari pertemuan dengan orang lain, kita belajar tentang cara memahami dan menghargai perbedaan. Bahkan dari hal-hal kecil yang terlihat sepele, sering kali ada pelajaran yang bisa kita bawa untuk ke depannya.

Karena itu, tidak apa-apa kalau hari ini kita belum sampai di tempat yang kita inginkan. Yang penting, kita tetap berjalan dan terus belajar dari setiap prosesnya.

Biarkan waktu berjalan sebagaimana mestinya. Tidak perlu terlalu sibuk membandingkan perjalanan kita dengan orang lain. Sebab, setiap orang punya cerita, tantangan, dan waktunya masing-masing.

Pada akhirnya, mungkin kita baru akan sadar bahwa perjalanan yang selama ini terasa melelahkan ternyata sedang membentuk kita menjadi seseorang yang lebih kuat dan lebih siap.

Sumber: pinterest.com

Jadi, jalani saja prosesnya. Nikmati setiap langkahnya, ambil pelajarannya, dan biarkan waktu yang nanti bercerita tentang sejauh apa kita sudah tumbuh.

“Karena setiap perjalanan punya waktunya sendiri, dan setiap waktu selalu punya cerita untuk kita pelajari.”

(MFH/MFA)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *