Konstitusi di Dalam Genggaman, tetapi Tidak Pernah Dibuka

Tanyakan kepada anak muda mana pun, saat ponselnya tertinggal di rumah, apa yang mereka rasakan? Pasti hampa, bagai kehilangan separuh nyawa. Sekarang, coba tanyakan isi UUD 1945, jawabannya singkat, paling tidakItu yang dihafal saat upacara ‘kan” Ironis memang. Benda yang paling dekat dengan generasi muda saat ini bukan lagi buku, melainkan layar ponsel yang selalu digenggam. Sementara itu, konstitusi yang mengatur banyak hal tentang hubungan negara dan warganya justru sering kali terasa jauh. 

Hari Konstitusi diperingati setiap tanggal 18 Agustus untuk mengenang disahkannya UUD 1945. Namun, peringatannya sering kali dilewatkan begitu saja. Perayaan kemerdekaan sehari sebelumnya terasa jauh lebih meriah, dilengkapi dengan berbagai ajang perlombaan, dan maraknya diskon belanja online. Pada akhirnya, konstitusi hanyalah dokumen yang diketahui keberadaannya, tetapi jarang dipelajari isinya. 

Sumber: antaranews.com

Jika diperhatikan, hubungan generasi muda dengan konstitusi sebenarnya tidak sejauh itu. Ketika mahasiswa menyampaikan aspirasi melalui kritik terhadap kinerja pemerintah, di dalamnya terdapat nilai-nilai konstitusi yang sedang dijalankan. Kebebasan berpendapat yang dijamin dalam Pasal 28 UUD 1945 bukan hanya sekadar tulisan di atas kertas, melainkan juga hidup dalam aksi mahasiswa, diskusi, audiensi dengan wakil rakyat. 

Masalahnya, banyak anak muda yang sebenarnya sudah menerapkan nilai-nilai konstitusi, tetapi mereka tidak menyadarinya. Hal ini terjadi karena keterbatasan pengetahuan mereka mengenai pasal yang menjadi dasar konstitusi. Di sinilah jarak itu muncul, konstitusi terasa dekat dalam praktik, tetapi masih jauh ketika harus dibaca dan dipahami. 

Jarak dengan pemahaman konstitusi tercipta sejak bangku sekolah. Pasal-pasal UUD 1945 lebih sering hadir sebagai bahan hafalan dalam pelajaran PPKn daripada dihubungkan dengan kehidupan sehari-hari. Setelah ujian selesai, hafalan pun ikut hilang. Padahal, jika  UUD 1945 dibaca dari sudut pandang yang lebih dekat dengan kehidupan anak muda, banyak hal yang sebenarnya relevan, seperti hak atas pendidikan, pekerjaan, lingkungan hidup yang baik, hingga kebebasan berekspresi di ruang digital. 

Sumber: kebumen24.com

Menariknya, keterlibatan generasi muda dalam isu-isu konstitusional sekarang tidak hanya muncul dalam bentuk yang formal, tetapi juga muncul dalam bentuk informal, seperti petisi daring, utas edukasi di media sosial, hingga content creator yang membahas putusan Mahkamah Konstitusi dengan bahasa yang lebih mudah dipahami. Cara-cara tersebut menunjukkan bahwa membahas konstitusi sebenarnya tidak selalu  harus serius atau kaku. 

Namun, di sinilah tantangannya. Jika ingin membuat generasi muda lebih dekat dengan konstitusi, cara memperkenalkannya juga perlu menyesuaikan dengan dunia mereka. Konstitusi tidak harus selalu dibicarakan dengan bahasa yang berat, melainkan dapat dibahas melalui persoalan yang sering ditemui sehari-hari, seperti pendidikan, pekerjaan, kebebasan berpendapat, dan kehidupan di ruang digital. 

Jadi, jika ditanya apakah generasi muda dekat dengan konstitusi, jawabannya tidak sesederhana itu. Mereka sebenarnya sudah bersentuhan dengan nilai-nilai konstitusi, hanya saja tidak selalu menyadarinya. Perlu dorongan dan kemauan untuk mengenal konstitusi, memahami isinya, lalu melihat bagaimana aturan tersebut berkaitan dengan kehidupan mereka sendiri. 

Hari Konstitusi dapat menjadi pengingat untuk hal yang sederhana bahwa sesekali kita perlu membuka kembali dokumen ini. Bukan untuk dihafalkan, melainkan untuk disadari bahwa hak-hak kita ada di dalamnya. 

Konstitusi bukan hanya sekadar dokumen yang disahkan pada 18 Agustus 1945, melainkan juga menjadi bagian dari kehidupan bernegara yang terus dijalankan dan dipahami dari satu generasi ke generasi berikutnya. Oleh karena itu, jika selama ini konstitusi hanya disimpan dalam buku atau layar ponsel tanpa pernah benar-benar dibaca, sekarang sudah saatnya mulai membuka dan mengenalnya kembali. (APR/SK)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *