Pada 3 November lalu, ramai kabar tengah hari terasa lebih cepat. Ternyata, fenomena tengah hari lebih cepat memang terjadi setiap tahun pada 3 November di seluruh dunia. Peneliti Pusat Riset Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Andi Pangerang Hasanuddin, menjelaskan, pada waktu tersebut siang hari akan lebih panjang dari hari lainnya. Hal ini karena nilai perata waktu matahari yang lebih besar dari waktu matahari rata-rata hari biasanya dalam setahun. Diketahui, nilai perata waktu tengah hari pada 3 November 2022 di Indonesia yakni +16 menit 27 detik. Menurut penjelasan Andi, perata waktu dipengaruhi oleh dua faktor, yakni deklinasi matahari dan kelonjongan orbit bumi. Pada waktu ini orbit bumi yang lonjong membuat bumi berada pada titik terdekat dari matahari, yang disebut juga sebagai perihelion dan di waktu lain berada pada titik terjauh dari matahari, disebut juga aphelion. Pada periode bulan Juli hingga Januari, matahari akan berkulminasi lebih cepat dan semakin cepat pada periode September hingga Desember dengan puncaknya pada 3 November.

Akibat dari fenomena tengah hari lebih cepat berdampak pula pada waktu terbit, terbenam, dan awal malam menjadi lebih cepat dibanding hari lainnya. “Hal itu karena durasi malam hari yang lebih besar jika dibandingkan dengan durasi siang hari untuk belahan utara pada umumnya, ditambah juga dengan tengah hari yang lebih awal sehingga kedua waktu shalat menjadi lebih cepat,” ujar Andi. Durasi waktu terbit matahari yang lebih cepat ini terutama dirasakan wilayah di selatan Indonesia, seperti Jawa dan Nusa Tenggara. Disisi lain, waktu terbenam matahari akan terasa lebih cepat terutama bagi wilayah utara Indonesia, seperti Aceh, Kepulauan Natuna di Provinsi Kepulauan Riau, Kalimantan Utara, Sumatera Utara, dan Kepulauan Sangir-Talaud di Sulawesi Utara. Dampak fenomena tengah hari lebih cepat pada 3 November ini juga berdampak pada waktu panjang hari surya yang tepat 24 jam. (NAA/SYA)
You may also like
Ancol dan PRJ: Tempat Liburan Alternatif yang Diminati Berbagai Kalangan
Saat Rupiah Menanjak, Kabar Baik atau Sekadar Euforia Pasar?
Mahasiswa Turun ke Jalan, Akankah Kebijakan Pemerintah Berubah
Dari Kampus ke Jalanan: Mahasiswa UI dan UNJ Menagih Respons Pemerintah
Bank Indonesia Naikkan Suku Bunga Acuan ke 5,5%, Cukupkah untuk Menjinakkan Rupiah?
