Tatap Langit, Bukan Layar: Berdiam Sejenak Tanpa Ponsel demi Menyelamatkan Kewarasan

Sumber: Shutterstock

Di tengah tumpukan tugas kuliah yang seakan tidak ada habisnya, laporan praktikum yang membuat migrain, dan notifikasi grup WhatsApp yang terus berdering, wajar jika mahasiswa merasakan kejenuhan. Kondisi ini sering kali diibaratkan seperti komputer dengan beban kerja berlebihan, setelah itu memanas dan perlahan melambat. Oleh karena itu, beristirahat atau melamun sejenak tanpa memegang ponsel menjadi salah satu cara yang efektif untuk memulihkan energi mental.

Sumber: DepositPhotos

Sebagian orang kerap menilai aktivitas berdiam diri atau melamun sebagai tindakan yang kurang produktif. Padahal, kapasitas fisik dan mental manusia tentu memiliki batas sehingga tidak dapat dipaksakan untuk terus beraktivitas tanpa jeda. Ketika seseorang meletakkan ponselnya yang kerap menjadi sumber kecemasan akibat takut ketinggalan informasi atau fear of missing out (FOMO), otak memiliki kesempatan untuk beristirahat dan memproses informasi secara alami. Jeda tanpa paparan media sosial ini justru memberikan ruang bagi sistem saraf untuk menjadi lebih rileks, merapikan memori, serta memunculkan kembali ide-ide segar yang sering kali macet di tengah padatnya tenggat waktu tugas.

Sumber: New Harbinger Publications

Sayangnya, pemahaman mengenai waktu istirahat saat ini sering kali keliru. Waktu luang di sela-sela aktivitas justru dihabiskan untuk terus menggulir lini masa media sosial, yang alih-alih menyegarkan pikiran, malah berisiko menambah kelelahan mata dan mental. Istirahat yang sesungguhnya bukan tentang terus menatap layar, melainkan memberikan ketenangan pada diri sendiri dengan menjauhkan diri dari kebisingan dunia digital secara berkala. Menikmati waktu tenang tanpa gawai terbukti ampuh untuk menjernihkan kembali pikiran.

Oleh sebab itu, meluangkan waktu untuk beristirahat total dan merenung sejenak bukanlah hal yang sia-sia, melainkan langkah penting untuk menjaga kesehatan mental di tengah rutinitas yang padat. Pada akhirnya, gagasan atau solusi terbaik kerap kali muncul dari momen keheningan saat kita berani melepaskan diri dari layar ponsel  sejenak.(JRM/MFA)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *