Membangun Masa Depan Anak-Anak di Timur Tak Hanya dari Sepiring Makanan

Sepiring makanan bergizi penting bagi seorang anak. Namun, kebutuhan anak tidak berhenti ketika makanan tersebut habis. Ada tempat tinggal, air bersih, sanitasi, dan pendidikan yang juga menjadi bagian dari kehidupan mereka.

Hal ini terlihat dari pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) di Papua Barat. Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat 16 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di enam kabupaten telah melayani 7.177 penerima manfaat. Penerima tersebut terdiri atas peserta didik, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Sumber: antarafoto.com

Enam kabupaten tersebut adalah Manokwari Selatan, Fakfak, Manokwari, Teluk Wondama, Pegunungan Arfak, dan Kaimana. Manokwari Selatan menjadi wilayah dengan penerima manfaat terbanyak, yaitu 1.979 orang, sedangkan Kaimana mencatat 324 penerima. BGN juga menyebutkan bahwa perluasan layanan SPPG 3T dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan infrastruktur, sumber daya manusia, dan tata kelola anggaran.

Di sisi lain, kebutuhan dasar masyarakat Papua juga menjadi perhatian dalam pembangunan infrastruktur. Saat meninjau Jalan Skory–Puay di Kabupaten Jayapura pada 17 September 2026, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menerima aspirasi mengenai jalan, air bersih, perumahan, sanitasi, dan pendidikan. AHY menekankan bahwa pembangunan Papua perlu dilakukan secara menyeluruh, bukan hanya berfokus pada konektivitas jalan, melainkan juga dengan memperkuat infrastruktur dasar yang menyentuh kehidupan masyarakat.

Air bersih menjadi salah satu kebutuhan yang mendasar. Menurut AHY, air bersih berkaitan dengan kesehatan masyarakat serta dibutuhkan untuk peternakan dan pertanian. Ia juga menyoroti kondisi rumah dan sanitasi masyarakat. Menurutnya, persoalan stunting tidak hanya berkaitan dengan kurangnya asupan, tetapi juga kondisi rumah dan sanitasi yang tidak memadai.

Pendidikan pun tidak dapat dilepaskan dari pembahasan mengenai masa depan anak. AHY menegaskan bahwa pembangunan manusia perlu berjalan beriringan dengan pembangunan infrastruktur agar setiap anak mendapat kesempatan untuk tumbuh sehat dan memperoleh pendidikan yang baik. Pemerintah juga terus mendorong pembangunan dan revitalisasi sekolah, termasuk melalui program Sekolah Rakyat.

Sumber: antaranews.com

Kebutuhan anak pada akhirnya tidak hanya berbicara tentang makanan yang mereka konsumsi. MBG menjadi salah satu upaya untuk memenuhi kebutuhan gizi, sedangkan air bersih, sanitasi, perumahan, dan pendidikan juga menjadi bagian penting dari kehidupan mereka. Oleh karena itu, pemenuhan gizi perlu berjalan beriringan dengan pembangunan lingkungan yang mendukung anak untuk tumbuh dan belajar.

Membangun masa depan anak-anak di Timur bukan hanya tentang memastikan makanan tersedia di atas meja. Anak-anak juga membutuhkan lingkungan yang mendukung mereka untuk tumbuh dan belajar. Satu piring makanan dapat memenuhi kebutuhan hari ini, tetapi masa depan membutuhkan fondasi yang dibangun secara bertahap. (NYL/NDC)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *