Merebaknya virus corona hingga ke negara-negara di Eropa maupun Asia, membuat sejumlah penerbangan internasional diberhentikan. Bukan tanpa tujuan, hal tersebut dimaksudkan agar memperkecil penyebaran virus corona yang sangat cepat. Hal ini juga dilakukan oleh Pemerintah Arab Saudi dengan memberhentikan sementara ibadah umrah untuk kaum muslim di luar negaranya, termasuk Indonesia.
Kebijakan yang dikeluarkan pada Kamis, 27 Februari 2020 itu berimbas ke ratusan calon jemaah umrah yang gagal berangkat ke Arab Saudi. Dilansir dari Kumparan, berdasarkan data dari Kementerian Agama terdapat 4.448 jemaah umrah yang harusnya diberangkatkan pada Kamis (27/2). Namun, dari jumlah tersebut hanya 2.500 jemaah yang berhasil diberangkatkan.

Menanggapi hal ini, Fachrul Razi selaku Menteri Agama menegaskan bahwa jemaah yang gagal berangkat tidak akan kehilangan tiket dan akan tetap diberangkatkan jika pihak Arab Saudi sudah mencabut kebijakannya. Hasil rapat yang diselenggarakan di Kementerian Agama, Jakarta, pada Jumat (28/2) menyatakan bahwa tiket yang sudah dipesan tidak hangus dan akan dijadwalkan ulang untuk penerbangan ke Arab Saudi.
Pemerintah Indonesia juga telah menyampaikan permohonan kepada Pemerintah Arab Saudi agar visa para calon jemaah diperpanjang. Meski begitu, jemaah umrah yang sudah berada di Arab Saudi sebelum keluarnya peraturan tersebut telah melaksanakan ibadah umrah. (DHZ/AWS).
You may also like
Beyond Burning Forests: The Wildfire Threat to Climate Targets and the Air We Breathe
Turning FOMO into Health Goals: The Gen Z Phenomenon of “Pace Hunting” at GBK
MBG Uji Sistem Prasmanan: Makanan Lebih Segar atau Bikin Antrean Makin Panjang?
Biar Waktu yang Bercerita, Kita yang Menjalaninya
The Retro-Revival Phenomenon: When Gen Z’s Cultural Identity Becomes the Aesthetic of the Past
